Entah apa sebabnya saya sangat semangat sekali untuk bersekolah, beda dengan biasanya, mungkin karena dia atau karena apalah saya tidak pikirkan hal itu. Hari itu hari senin dimana jadwal rutin upacara untuk siswa SMP, saya pergi sekolah dari rumah tepat pukul 06.30, sampai ditempat kira-kira pukul 07.15, ketika pergi ke kelas ternyata memang anak-anak sudah ke lapang upacara untuk melaksanakan rutinitas biasanya. Saya segera berlari menuju lapangan upacara, tapi ketika dijalan tiba tiba terlihat perempuan bertubuh kecil itu berlari karena kesiangan, tidak ada kata yang terucap dari dirinya,hanyalah sebuah tatapan sekilat yang menjadi pandangan saya pada waktu itu, bergetar sekali hati ini ketinga melihat tatapannya, walaupun hanya sekilat tapi sangat menyesakan hati ini. Upacara berjalan terus, tanpa disadari perempuan itu berbaris tepat disamping saya, sangat grogi rasanya bisa baris disamping dia, saat itu tepat sekali pembina upacara sedang menyampaikan amanatnya, dan tiba tiba perempuan itu menatap saya, dan sayapun sama menatap dia, untuk menghilangkan grogi, saya mencoba mengalihkan perhatian dengan berbicara dengan nya," cha kamu terlambat? jawab dia" ia gal tadi icha telat, tadi lama nunggu angkot dari rumahnya,,dengan penuh kebingungan saya bertanya lagi"oh begitu ya cha,,ngomong-ngomong km udah belum tugas kewarganegaraan buat besok? jawab icha" belum gal, icha gak punya bukunya, galih udah?,," galih udah kemaren,,"owh bisa dong liat sama galih tugasnya"jawab icha sambil tersenyum lebar. Upacarapun telah selesai dilaksanakan dan para siswa masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran,ketika dikelas tanpa disadari perempuan itu duduk juga tepat di depan saya. Dia sangat ceria sekali dihari ini, bercerita- cerita dengan temannya seperti layaknya seorang remaja pada umumnya, tapi suatu ketika dia kembali menatap saya yang sedang melamun.."gal kenapa melamun? entar ica pinjem buku kewarganegaraan kamu yah?,," jawab saya" iya cha ,,kebetulan galih bawa bukunya ni,,,sekarang aja ya,,icha tersenyum lebar sambil menerima buku yang saya berikan. Rasanya sangat senang sekali hari itu, semenjak kejadian tadi, saya jadi rajin belajar, dan mengerjakan tugas supaya ketika ica menanyakan tugas, yang beum, saya telah mengerjakannya dan tentu bisa ngomong-ngomong walaupun cuman sekedar menanyakan tugas saja.
Saya tidak isa memungkiri perasaan saya, mungkin saya suka dengannya, tapi saya berfikir saya masih terlalu muda untuk pacaran, tapi saya tidak memikirkan hal itu,saat itu dalam pikiran saya adalah bagaimana caranya supaya saya bisa sangat dekat dengannya,,semua cara saya keluarkan untuk bisa dekat dengan perempuan itu, tapi suatu ketika temen dia bernama susi berceloteh kepada iha,,"cha kalau dilihat galih manis juga ya?",,ica pun bicara kepada saya tentang hal itu, tapi saya hanya tersenyum saja mendengarkan ceritanya, dalam benak saya kenapa harus susi yang bilang seperti itu?,, tidak kamu saja cha,,sambil berharap banget..Tiba waktunya pada saat pelajaran Sosiologi dimulai,,semua siswa dituntut untuk mengerjakan tugas dan mempresentasikannya di kelas secara berkelompok, saya berharap bisa satu kelompok dengan perempuan kecil itu, tapi sayangnya saya tidak mendapat giliran untuk satu kelompok bersamanya, tapi tak apa saya tidak berkecil hati oleh hal tersebut. Sampai tiba waktunya presentasi segera dimulai,,semua siswa mempresentasikan hasil pemikirannya dan dikomentari oleh setiap audiens sebagai pendengar,,pada saat itu saya sangat aktip sekali mengomentari setiap peserta yang tampil, tapi setiap saya mengomentari peserta pasti komentar tersebut tidak enak di dengar oleh peserta yang tampil di depan,,tapi entah kenapa sebabnya ketika kelompok perempuan kecil itu tampil,,saya mengomentari dengan halus dan aik, serta memuji mereka,,entah karena ada perempuan itu di kelompok tersebut,,,saaat saya mengomentari dirinya juga, tiba-tiba wajah perempuan itu memerah , sehingga membuat hati saya luluh dan memuji kelompok dia,,,sangatlah berkesan hari tu.
Tak terasa UAS pun dilaksanakan,,para siswa sibuk untuk belajar,, begitupun dengan saya, yang disibukan oleh belajar dan terus belajar, sampai tiba waktunya hari seninpun telah tiba, hari dimana UAS pertama dimulai, tanpa diketahui ternyata saya berada satu ruangan dengan perempuan kecil itu, setiap saya mengerjakan soal UAS, pasti dia bertanya dan meminta jawaban kepada saya,,entah kenapa saya seperti terhipnotis olehnya, dengan sangat mudah saya memberikan jawaban saya kepada perempuan kecil itu, aneh sungguh aneh padahal sejak dahulu saya sangat pelit sekali kalau tentang jawaban apalagi jawaban UAS,,,ternyata benar tatapannya sudah menghipnotis saya.sehingga membuat saya tak bardaya didepannya, Hari jumat telah tiba dimana hari terakhir UAS dilaksanakan,,semua siswa bersorak gembira karena UAS telah selesai dilaksanakan begitupun dengan saya,,, rasa senang mengisi hati dan pikuiran saya karena UAS telah selesai,,,waktu terus berjalan,,,pembagian raport pun dilaksanakan,, wali kelas pergi ke kelasnya masing-masing untuk membagikan raport tersebut kepada para siswa,,,hari itu hati gak karuan , perasaanpun gak tenang,, tapi dalam hati, saya sangat optimis bahewa saya bisa masuk 3 besar,,, tapi ternyata diluar dugaan, 5 besar juga saya tidak masuk, apalagi 3 besar,,, yang anehnuya perempuan kecil itu masuk ranking 5,, padahal setia UAS dia minta jawaban kepada saya,, setiap tugas dia melihat kepada saya,,, justru saya masuk renking ke-11,,betapa sakit hati saya pada waktu itu,,,sampai saya menangis meratapi kesedihan yang saya alami,,perempuan kecil itu hanya tersenyum melihat saya melamun masuk renking ke-11,,ohtidak,,,saya sangat sakitt, hari itu,,
Tapi meskipun saya menangis darah sekalipun tidak akan merubah keadaan tersebut, yang saya harus lakukan adalah menerimanya dengan lapang dada, karena semua itu juga adalah perjuangan dan jerih payah saya sendiri. Hari liburpun tiba,saya seolah-olah tidak diingatkan lagi oleh hasil yang didapat dalam semester kali ini,,saya bersenang-senag , bertamasya dan berlibur tentunya, tak terasa hari libur tinggal satu hari lagi, besoknya harus kembali kepada aktifitas seperti semula,hari senin pun tiba, semua siswa melaksanakan upacara bendera seperti biasanya, betapa sangat terpukul ketika teman satu kelas yang sudah seperti sahabat dan sodara harus dipisahkan karena permintaan sekolah,,kami berpisah kembali,,,sedih rasanya,,,tapi yang untungnya ternyata teman-sekelas pada waktu klas 3 ternyata sama dengan teman waktu kelas satu, jadi tidak begitu canggung lagi dalam berkomunikasi, sekarang mungkin saya sudah selangkah naik tingkat ke kelas yang lebih tinggi , disini saya bertekad agar bisa lulus dari sekolah ini dengan nilai yang sangat memuaskan, hal itu dibuktikan dengan mengikuti beberapa les bimbel di berbagai lembaga dikota saya. Pada hari pertama masuk seperti biasa tanpa ada kecanggungan dalam berbicara dengan teman sekelas, semua bergembira karena teman kelas satu yang hilang kini dapat kembali lagi, waktupun terus berjalan, entah kenapa dalam setiap pemikiran saya pasti ada nama perempuan kecil teman waktu kelas VIIIF dulu, meskipun kita jarang bertemu karena jarak yang sangat jauh antara kelas A dan kelas H tapi hal itu tidak membuat saya lupa dengan dia, dan akhirnya saya mulai berniat untuk mendapatkan cintanya,,”banyak sekali rintangan yang harus dihadapi pada saat itu,,,perempuan kecil yang dulu sering sher bareng kini berbeda lagi,, dia terlihat sombong dan angkuh, bila bertemu di kantin atau dimana saja, tidak pernah ada satu katapun yang terucap dari mulutnya untuk menyapa saya, tapi saya berfikir taka apa lah, justru semakin dia sombong semakin saya penasaran untuk mendapatkan cinta perempuan kecil itu. Tapi sayangnya setelah saya berjuang mendapatkan cintanya, teman saya memberi tahu bahwa dia sudah mempunyai pujaan hati,,,hati saya begitu hancur mendengarnya,dan mengubur dalam impian untuk mendapatkannya, saya lebih berkonsentrasi pada Ujian Nasional yang diselenggarakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena ujian thun ini terdapat penambahan mata pelajaran yaitu ILmu Pengetahuan Alam. Ujian Nasional pun dilaksanakan, dan alhamdulilah semua siswa lulus 100% tanpa ada halangan.
Saya mulai bingung untuk melanjutkan sekolah lagi, tapi saya memutuskan untuk mengikuti test masuk ke salah satu sekolah ternama dikota saya, denangan berusaha keras akhirnya alhamdulilah saya bisa masuk sekolah itu dengan lancar, temanpun berganti lagi, bertemu dengan teman-teman baru dan menempati kelas baru juga. Saya berharap sekali bisa sekelas dengan perempuan kecil itu lagi, karena menurut berita, dia juga masuk SMA ini, tapi setelah dilihat , ternyata tidak ada nama dia di kelas saya, saya hanya pasrah pada saat itu, tetapi setelah beberapa hari ternyata kelas dia tepat beradda di sebelah kelas saya, betapa senangnya saya setelah mengetahui hal itu, bahakan saat itupula saya langsung pergi ke kantor bagian kesiswaan untuk meminta perpindahan kelas, tapi sayangnya hal itu tidak terjadi karena beberapa alasan tentunya, sedikit kecewa tapi tetap bersyukur bisa agak deket meskipun tidak dalam satu kelas. Pada Masa Orientasi Siswa Baru saya tidak begitu sering melihat dirinya dikarenakan kesibukannya masing-masing.
Proses belajar mengajar pun dimulai, suasana berbeda mulai terasa, mulai merasakan rindu dan kangen kepada teman SMP, tapi tetap semangat jalani saja, toh nanti juga kita pasti saling mengenal, suatu ketika di kelas saya mempunyai teman seorang perempuan yang asik diajak untuk berkomunikasi dan sangat enak untuk diajak bercerita, wajahnya cantik, putih dan proposional. Kita dekat banget layaknya sahabat di kelas, tapi entah apa sebabnya, tiba-tiba persahabatan itu berubah menjadi permusuhan yang sangat buruk sekali, dikelas tidak pernah bertanya, sekalipun bertanya pasti ujungnya ribut seperti kucing dan anjing yang tidak pernah damai. Tapi suatu hari dia meminta agar kita damai tidak usah berantem seperti kemaren, apa boleh buat saya menerima tawarannya itu. Justru dengan seperti itu setiap kali kita bertemu pasti merasakan malu yang amat besar. Anak kelas pun mempojokan kami berdua untuk menjadi pacar saja, tapi sejujurnya saya tidak bisa kalau harus seperti itu. Waktu pun terus berjalan, entah darimana asalnya ada orang yang berkata kepada dia, bahwa saya menyayanginya dan ingin menjadi pacarnya, dalam pikiran saya dari pada saya malu oleh gossip yang belum tentu kebenarannya, lebih baik saya langsung mengatakan cinta kepda dirinya. Dengan tersenyum dia menerima saya sebagai pacarnya,tapi sejujurnya hubungan kita tidak berlangsung lama, hanya 3 hari dua malam kita berpacaran,,setelah itu berakhirlah kisah cinta saya dengan dirinya. Ternyata rasa yang dulu pernah rasakan kalau saya saying sama perempuan kecil itu berkepanjangan sampai saya menginjak bangku SMA, semua saya kerahkan supaya bisa menjadi pacar perempuan kecil itu, tapi apa jadinya, nyampe saya lulus SMA pun saya tidak bisa mendapatkannya.
Singkat cerita saya sudah menginjak perguruan tinggi, tapi tetap rasa yang saya miliki belum hilang meskipun jarak memisahkan kita. Suatu ketika saya sms perempuan kecil itu”icha?,,dia pun menjawab,,Galih,?,,,betapa senangnya hari itu, ternyata dia masih menyimpan nomer telepon saya di handphonnya, tiba saatnya saya akan mudik ke kampung halaman, saya mengajak dia untuk pulang bareng ke kota asal, ternyata dia juga tidak menolaknya, kita pun bertemu di suatu kota untuk mudik bersama. Senang banget bisa mudik dengan perempuan kecil itu, pertama saya melihat dia, memang sangat berbeda ketika waktu SMP dan SMA, sejak dari situ setiap kali saya pulang ke kampong halaman pasti kita selalu bersama, mungkin dengan kita selalu bersama maka dia timbul perasaan kepada saya, dia sangat menyayangi saya, begitupun dengan saya sendiri sangat menyayangi dia, tapi ketika bercerita ternyata dia sudah dijodohkan oleh orang tuanya kepada seorang yang benar-benar dapat menjamin kelangsungan hiupnya. Saya tercengang mendengar hal itu, tapi hal tersebut tidak membuat kita menjauh satu sama lain, justru kita semakin dekat seperti halnya seorang yang pacaran. Suatu hari saya berfikir kembali bahwa saya harus tau diri kalau saya tidak mungkin memilikinya , karena dia sudah dijodohkan oleh orang tuanya,saya pun menjauh, tidak ada komunikasi diantara kita, tapi seling beberapa hari dia menghubungi saya, dari sana kita menjadi dekat kembali seperti pacar sendiri. Sehari menjelang acara tunangan dia, kita sempatkan untuk bermain epuaspuasnya, seakan kita tidak akan bertemu dihari esok,,senangnya hari itu bisa senang senang bersamanya. Tapi tidak bisa dipungkiri ternyata dia sudah lupa dengan saya dan lebih memilih calon tunangannya, tapi saya menerima dengan ikhlas, sampai saat ini hati saya sangat hancur dibuatnya, tapi saya berjanji akan buktikan kepada dia Bahwa Saya Bisa Hidup Tanpa Dirinya,,,catett
Tidak ada komentar:
Posting Komentar